Sangkar Beo :)

Sangkar Beo :) Perempuan Sederhana, jauh dari sempurna, punya banyak impian yg digantung 5cm di depan keningnya ;) -Dentistry, Universitas Hasanuddin '09-

Cerita Rere

Reblogged from achmadlutfi

achmadlutfi:

Nama gue Rere. Lahir 16 tahun yang lalu dan hidup ditengah keluarga yang sederhana. Saat ini gue masih duduk dibangku SMA. Sebetulnya gue nggak jago nulis, kurang cerdas bikin kata-kata puitis, dan nggak suka buah manggis. Oke yang terakhir emang nggak ada hubungannya.

Tapi pengalaman hari ini bikin gue punya alasan yang kuat untuk nulis. Untuk menceritakan sesuatu yang buat gue saaangat berarti. Ini tentang cinta. Cinta Allah pada setiap makhluknya, termasuk buat gue.

Dua minggu yang lalu, salah seorang temen memberi kejutan, bukan cuma buat gue, tapi juga buat orang banyak yang dia kenal. Namanya Bulan dan kejutan yang dia berikan adalah penampilan barunya.

Jilbab. Itulah sesuatu yang baru pada sahabat yang udah lama banget gue kenal. Gue sendiri nggak bener-bener ngerti, nggak betul-betul paham apa yang menggerakkan Bulan untuk akhirnya memutuskan berjilbab. Karena alasan yang dia berikan terlalu simple, terlalu sederhana buat gue terima.

“Re, kita ini muslimah. Dan ini, jilbab ini, adalah bentuk kasih sayang Allah pada kita. Bentuk penjagaan Dia pada kita.”

Gue dengan tampang bingung bertanya, “Cuma itu? Cuma itu alasan lo pake jilbab.”

Ditanya seperti itu Bulan mengangguk, lalu menutup percakapan itu dengan satu kalimat, “Allah mencintai kita dengan cara-Nya, Re.”

Dan, gue tetep nggak ngerti.

Hari-hari berikutnya Bulan masih suka ngajak gue untuk berjilbab. Dia nggak pernah maksa sih. Gue pun nggak pernah merasa sedang dipaksa untuk mengikuti kata-kata Bulan. Gue masih belum menemukan alasan yang tepat aja untuk berjilbab, ditambah dengan perasaan bahwa gue masih gini-gini aja, masih belum pantas untuk berjilbab.

Hingga pada siang tadi, ketika kita ngobrol banyak hal di kantin sekolah, gue menemukan alasan itu pada akhirnya.

Salah satu tema yang sempat kita obrolin adalah tentang rumah Bulan yang saat ini sedang direnovasi.

“Lo tau nggak, Re, gue itu paling seneng kalo liat rumah lagi di renovasi. Bukan cuma rumah gue, tapi rumah siapa aja. Gue selalu seneng ngeliatnya.”

“Hah? Kok seneng? Bukannya kalo rumah yang lagi direnov itu biasanya malah berantakan ya, malah kadang nggak keliatan seperti rumah?”

“Nah justru itu, Re. Emang sih rumahnya jadi keliatan berantakan, nggak nyaman ditinggali, tapi disana, pada rumah yang sedang direnovasi itu, tersimpan harapan.”

Gue makin heran, “Harapan?”

“Iya. Harapan akan rumah yang lebih baik, lebih bagus, dan lebih nyaman dari yang sebelumnya. Harapan akan kebaikan itulah yang bikin gue suka.”

Entah kenapa, pada bagian itu gue merasa terkesan. Bulan, dalam hal ini justru nggak seperti orang kebanyakan. Dia melihat sesuatu, yang orang lain nggak lihat. Dia memandang sesuatu dari sisi yang berbeda.

Dan ajaib, kata-kata itu membuat gue berpikir tentang alasan menunda untuk berjilbab lantaran gue masih ngerasa gini-gini aja, masih ngerasa banyak jeleknya. Padahal mestinya kesadaran itu nggak kemudian malah buat gue berhenti untuk berusaha jadi lebih baik.

Kalo diibaratkan sebagai rumah, mungkin gue adalah rumah yang banyak rusaknya. Atap yang bocor, dinding yang cat-nya terkelupas, hingga daun pintu yang lapuk dimakan rayap. Lalu anehnya, udah tahu seperti itu, rumah ini malah dibiarin dalam kondisi yang mengenaskan kayak gitu, hanya karena beralasan, bahwa rumahnya belum layak diperbaiki. Kalo gitu, kapan layaknya?

Semestinya orang yang paling peduli sama gue adalah diri gue sendiri. Apalagi terhadap hal-hal yang membuat gue jadi lebih baik. Gue emang nggak kemudian jadi orang yang super baik tanpa cacat sama sekali. Mungkin pada hari-hari yang akan datang gue masih berbuat salah dan melakukan hal yang kurang baik dimata orang lain, tapi disanalah prosesnya, selama gue sadar bahwa segala aturan dan larangan adalah untuk kebaikan gue, insyaAllah gue akan berusaha terus jadi orang yang baik.

Aaaaaah, sumpah, gue malu banget sama Allah, disuruh berjilbab malah nggak mau, malah nunda sampe kapan tau, lalu ngasih alasan ini itu.

Bulan bener, Allah mencintai kita dengan cara-Nya. Mungkin kadang ada aturan atau larangan Allah yang agak sulit kita pahami, makanya dalam hal seperti itu yang mesti dikedepankan adalah keyakinan, bahwa Allah cinta sama kita, Allah sayang sama kita.

Kalo ditanya, apa cinta Allah yang gue terima hari ini? Maka jawabannya adalah kesempatan. Iya, waktu yang Dia berikan adalah salah satu bentuk cinta-Nya. Maka sebenarnya setiap hari adalah cinta, karena setiap hari selalu ada kesempatan. Peluang untuk menjadi lebih baik.

Dan mulai besok pagi, giliran gue yang kasih kejutan buat Bulan. Gue akan berjilbab.

Achmad Lutfi
Wolfsburg, 110512

mau punya baby :3

Reblogged from kebunbungalily

mau punya baby :3

(Source: jinazo)

aeeehhh unyunya. masya Allah. :3

Reblogged from superzupper

aeeehhh unyunya. masya Allah. :3

(Source: lovesoshi9)

"

Lama-lama orang males romantis karena entar disebut galau.
Males peduli takut disebut kepo.
Males mendetil takut dibilang rempong.
Males mengubah-ubah point of view dalam debat takut dibilang labil.
Juga, lama-lama generasi mendatang males berpendapat takut dikira curhat.

#jamanlabil -__-

"

Reblogged from tumbr1

Sudjiwo Tedjo (via limapuluhrebuan)

Hidayah Shaf Shalat ^^

Reblogged from tumbr1

  • Alkisah, ada satu cerita di Saluran TV Majd beberapa tahun silam, nama program acaranya “Satu Keluarga”. Adalah Dr. Yahya sebagai Da’i / Penceramahnya kala itu, dengan lantang ia mengatakan bahwa umat Muslim itu memang tidak pernah teratur, yang dibutuhkan umat Muslim adalah satu keyakinan untuk dapat melakukan suatu aksi.
  • Lantas beliaupun menceritakan satu kisah seseorang Amerika Non-Muslim yang memperbincangkan tentang Islam seraya menyaksikan sebuah program Live (siaran langsung) di sebuah channel lain.
  • Orang Amerika tersebut sangat kagum dengan dengan kerumunan orang-orang di Masjidil Haram, ada lebih dari 3 Juta orang pada waktu itu yang berkumpul untuk shalat Isya di malam terakhir bulan Ramadhan.
  • Kondisinya sangat ramai dengan kerumunan orang-orang yang saling hilir mudik tidak beraturan.
  • Lalu Da’i tersebut bertanya kepada orang Amerika tadi: “Menurut anda, berapa lama waktu yang dibutuhkan supaya orang orang itu bisa baris dengan rapi ?”
  • Dan orang Amerika itupun menjawab: “Dua sampai tiga jam.”
  • Dan Da’i tadi menyatakan: “Itu Masjidil Haram mempunyai 4 tingkat.”
  • Si Amerika pun menjawab: “Kalo gitu butuh waktu dua belas jam.”
  • Sang Da’i pun kembali menjelaskan: “Mereka yang kamu lihat di TV itu datang dari negara berbeda & juga berbeda bahasa antara satu dengan yang lainnya.”
  • Kembali orang Amerika itu menyanggah: “Wah, kalo begitu mereka sama sekali tidak mungkin bisa dibariskan.”
  • Akhirnya waktu shalat itupun tiba dengan tanda bunyinya suara Iqamah. Tampak Sheikh Abdur-Rahman as-Sudais [imam besar Masjidil Haram] berdiri di posisi paling depan seraya berkata :
  • “Istawuu / آستوو”
  • Yang artinya “Luruskanlah shaf / barisan kalian masing-masing”.
  • Maka berdirilah jutaan jama’ah tersebut dalam shaf-shaf / barisan yang tersusun menjadi rapi, dan membutuhkan waktu tidak lebih dari dua menit. Lihatlah betapa agungnya agama ini, dengan memiliki sistemnya sendiri.
  • Si Amerika tadi terperanjat dengan argumennya sendiri yang dipatahkan oleh kenyataan yang ada di depannya. Dipandanginya layar TV sejenak, dan kemudian ia mengucapkan :
  • “أشهد ان لا اله الا الله و اشهد ان محمدا رسول الله”

"Kita itu sebenarnya diberikan oleh Allah apa yang kita pantas dapatkan, bukan apa yang kita inginkan. Makanya, tugas kita sebagai manusia adalah memantaskan diri kita untuk apa yang kita inginkan! Bisa dimulai dari berpikir bisa!"

Reblogged from tumbr1

Palgunadi Setiawan

(via tumbr1)

Hujan dan Bunganya

Reblogged from achmadlutfi

achmadlutfi:

Hujan
Pada bunga manapun
Tak pantas berucap janji 
Rintiknya tak pernah tahu
Entah akan menjumpa apa
Tertakdir pada siapa
Bunga atau mungkin juga gulma

Namun hujan
Tak layak membenci awan
Mencaci angin
Atau merutuki langit
Karena tiap rintik
Tertera nama pemiliknya
Pada siapa ia kan bersua

Namun akhirnya
Janji langit kan tunai jua
Bahwa pada suatu masa
Hujan akan menyapa bunganya

achmadlutfi
wolfsburg, 290512

Reblogged from oneislam

(Source: qaniah-mawaddah)

"Zaman sekarang, agama sudah terlalu sering dikalahkan sama sepakbola."

Reblogged from egopena

Sampai bingung kalau sudah saling maki antar pendukung klub sepak bola. Memangnya sepak bola dibawa mati ya ? (via egopena)

"Jangan menabur benih di mana-mana ketika kau tidak mempunyai cukup pupuk untuk menumbuhkannya."

Kamus @cuwwiebeo

superzupper:

@elsianismar :) 

Reblogged from superzupper

superzupper:

@elsianismar :) 

(Source: ikhwan-akhir-zaman)

ji hyo noona :D

Reblogged from gwangtothesoo

ji hyo noona :D

(Source: prettygreenink)

Cinta dan Agama

Reblogged from egopena

egopena:

Kalau dianalisis dengan cara ngasal, kebanyakan postingan-postingan yang sering Saya temui di Tumblr kebanyakan bertemakan cinta dan agama.

Hmmm…..

Krisis cinta dan krisis agama sepertinya yang selalu kita rasakan dan alami rupanya.

Mungkin Saya mau ngasih kesimpulan ngasal aja sih, kalau misalnya :

“Kita ngerti cinta, belum tentu bisa menggunakan agama dengan benar, tapi kalau kita ngerti agama, kayanya kita bakal jauh lebih bisa menggunakan cinta dengan benar”.

Gitu kali ya….. :)

"Hati tidak merasa memiliki dan tidak merasa dimiliki,
karena segala sesuatu di dunia ini adalah milik Allah"

Reblogged from aiziesharie

(via rochenryback10)

Reblogged from tumbr1

(Source: tumbr1)

People I Follow

  • twistofmine
  • annisaadejanira
  • strawberryblended
  • superzupper
  • kebunbungalily
  • minggra
  • kuntawiaji
  • aiziesharie
  • kurniawangunadi
  • achmadlutfi
  • egopena
  • tauraridha
  • maaghh
  • safaaafrina
  • zafrangoblog
  • tumbr1
  • afriadyyradi
  • herdianabdi
  • risalatulamanah
  • magmalava
  • fuckyeahleekikwang
  • gwangtothesoo
  • fadhilstuff
  • oneislam
  • mufidahalamri
  • pipitongtong
  • goresankecilku
  • fithhh
  • kibokibokibo
  • republicofelwyn
  • innakarch
  • amusyo
  • runningman-run
  • aan083
  • ian-afifah
  • yuniitinkz
  • rachmimaudy18
  • prayudasaid
  • nisa2nisa
  • sitisifatkahar
  • sridyand
  • rahmatullahbarkat
  • icadzero
  • rifkysamdany